50 Miliar Perangkat Bakal Terhubung Internet

Pohon pun bisa terkoneksi ke jejaring mikroblog Twitter.

Ericsson memprediksikan bahwa pada 2020, sekitar 50 miliar perangkat akan saling terhubung ke internet.

Bagaimana mungkin? Bukankah jumlah penduduk di seluruh dunia kini hanya 6 miliar jiwa lebih? Bahkan, menurut prediksi PBB, jumlah populasi pada 2020 maksimal hanya mencapai 8 miliar jiwa.

Mungkin saja. Menurut President and CEO Ericsson, Hans Vestberg, setiap orang bisa saja menghubungkan beberapa perangkat yang mereka miliki sekaligus ke internet. “Orang-orang ingin perangkat mereka bisa terkoneksi dan mereka bersedia membayar untuk itu,” kata Vestberg, melalui siaran persnya.

Menurut penelitian Ericsson, responden menyatakan bahwa rata-rata pengeluaran yang dapat diterima adalah antara US$29-42  (Rp260-380 ribu) untuk  kombinasi dari perangkat tambahan.

“Ini juga didukung dengan semakin murahnya koneksi data maupun harga-harga ponsel, komputer, dan perangkat-perangkat lain,” kata Kusuma Lienandjaja, Head of Marketing Ericsson Indonesia, di Restoran Palalada, Grand Indonesia, Jumat 3 September 2010.

Dalam presentasinya, Kusuma menerangkan bahwa 50 miliar perangkat yang bakal terkoneksi itu terdiri atas perangkat-perangkat konsumer pribadi, kendaraan, alat pengukuran, serta perangkat elektronik yang digunakan oleh industri dan masyarakat.

Menurut Lienandjaja, nantinya diperkirakan ada 30 miliar perangkat konsumer yang bakal terhubung ke internet, mulai dari laptop, ponsel, TV, kulkas, kamera, dan lain-lain.

Selain itu, akan ada lebih dari 100 miliar prosesor di dalam perangkat elektronik, yang secara kumulatif berhasil dikapalkan. Selebihnya, lebih dari 3 miliar perangkat pengukuran dan lebih dari 1 miliar kendaraan yang bisa terkoneksi internet.

Kini, diperkirakan ada sekitar 5 miliar perangkat yang telah terhubung dengan internet. Perusahaan pembuat prosesor, Intel, juga membuat prediksi, walaupun lebih moderat, bahwa pada 2015 akan ada 15 miliar perangkat yang terkoneksi.

Namun, inti dari kedua prediksi itu memiliki semangat yang sama, bahwa setiap gadget, perangkat elektronik, atau apapun, bisa saja dihubungkan ke internet. Bahkan belum lama ini Ericsson membuat sebuah eksperimen untuk menghubungkan sebuah tanaman dengan internet.

Dalam proyek bernama ConnectedTree itu, Ericsson menghubungkan sebuah pohon di dalam pot dengan jejaring mikroblog Twitter. Pohon tersebut dilengkapi sedemikian rupa dengan sebuah sensor medan elektromagnet, yang bisa mendeteksi pergerakan dan kehadiran sebuah obyek, musik, pembicaraan, serta gelap-terang cahaya.

Tanaman ini akan ‘mengerti’ saat seseorang menyentuh daunnya. Ketika orang-orang meninggalkannya, dia juga bisa mengekspresikan rasa ‘kesendiriannya’ dengan memposting tweet di Twitter.

Beberapa tweet telah diungkapkan oleh tanaman ini di akun Twitternya. “6 touches in an hour. I feel like a free for all slot machine,” tweet @ConnectedTree3. Tentunya, hal ini juga bisa dilakukan pada obyek apapun.

“Saya tidak tahu apakah nantinya Anda akan memasang koneksi broadband pada sikat gigi Anda. Namun barangkali dokter gigi Anda ingin mengetahui seperti apa Anda merawat gigi. Jadi kenapa tidak?” kata Vice President of Systems Architecture Ericsson, Håkan Djuphammar, kepada Businessweek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s