Peta Kawasan dengan Polusi Terparah di Dunia

Peta menggunakan data dari citra satelit karena data pendeteksi di darat kurang akurat.

Sejumlah ilmuwan Kanada telah mengembangkan peta polusi udara global menggunakan data dari satelit National Aeronautics and Space Administration. Dari data yang tercatat, ternyata kualitas udara di China paling parah dibandingkan dengan negara lain di seluruh dunia.

Aaron van Donkelaar dan Randall Martin dari Dalhousie University di Halifax, Kanada membuat peta berdasarkan data satelit karena mereka meyakini bahwa pendeteksi di permukaan bumi kurang akurat dalam mengukur kondisi udara. Adapun data yang digunakan menggunakan citra satelit yang diambil dari 2001 sampai 2006.

Peta polusi partikulat udara global menunjukkan densitas partikulat di seluruh dunia menggunakan pewarnaan. Warna putih dan biru tua merupakan kawasan di mana konsentrasi partikulat paling rendah sedangkan warnya yang semakin merah dan gelap merupakan kawasan yang konsentrasi partikulatnya tinggi.

Dari peta global, terlihat bahwa kawasan yang paling merah dari seluruh dunia berada di kawasan timur China yang merupakan daerah industrial.

Seperti dikutip dari DailyTech, 30 September 2010, meski yang digunakan merupakan data tahun 2001 sampai 2006, Wall Street Journal pernah memberitakan bahwa kualitas udara di China saat ini malah bertambah buruk dan tidak ada perbaikan sejak data satelit tahun 2006 tersebut.

Bahkan, dalam penelitian terakhir, seperti yang dilakukan oleh tim ilmuwan yang memantau polusi udara di sekitar delta sungai Yangtze di China, terbukti bahwa kualitas udara di sana memang semakin parah.

Selain itu, peneliti juga menarik kesimpulan bahwa kawasan delta sungai Yangtze merupakan kawasan berpopulasi terpadat di dunia dan merupakan kawasan yang ekonominya tumbuh paling cepat di China. Sayangnya, ini dibarengi dengan lonjakan emisi di atmosfir dan konsumsi energi yang sangat besar.

Kualitas udara yang sangat buruk tersebut juga menghasilkan banyak masalah kesehatan karena partikulat tertentu dapat menembus sistem kekebalan tubuh, masuk ke paru-paru, bahkan ke dalam darah.

Dari penelitian-penelitian di atas, para ilmuwan kini dapat memahami secara lebih baik apa yang sedang dihadapi China dan berusaha menemukan cara untuk mengatasinya untuk menyelamatkan jutaan warga yang tinggal di kawasan tersebut. (kd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s